Sejarah Permainan Tajen Di Bali

Tajen Merupakan permainan sabung ayam di bali. Asal usul Tajen dari tabuh rah, salah satu yadnya (upacara) dalam masyarakat hindu di bali. Memiliki tujuan mulia, yakni mengharmoniskan hubungan manusia dengan Bhuana Agung. Yadnya ini urutan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. Persembahan tersebut dilakukan dengan cara nyambleh (leher kurban dipotong setelah dimanterai). Sebelumnya pun dilakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan kemiri, telur, dan kelapa. Mari kita ulas sejarah permainan tajen di bali.

Mengetahui Sejarah Permainan Tajen Di Bali

Permainan tajen di bali

Perang sata adalah pertarungan ayam dalam rangkaian kurban suci yang dilaksanakan 3 partai (telung perahatan), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan pemusnahan dunia. Perang sata merupakan simbol perjuangan hidup. Tradisi ini sudah lama ada, bahkan semenjak zaman Majapahit. Saat itu memakai istilah menetak gulu ayam. Akhirnya tabuh rah merembet ke Bali yang bermula dari pelarian orang-orang Majapahit, sekitar tahun 1200.

Serupa dengan berbagai aktivitas lain yang dilakukan oleh masyarakat bali dalam menjalani ritual, khususnya yang berhubungan dengan penguasa jagad, tabuh rah memiliki pedoman pada dasar sastra. Tabuh rah yang kerap diselenggarakan dalam rangkaian upacara Butha Yadnya pun, banyak disebut dalam berbagai lontar. Misalnya, dalam lontar Siwa Tattwapurana yang antara lain menyebutkan, dalam tilem kesanga (saat bulan sama sekali tidak tampak pada bulan ke-9 penanggalan Bali).

Bathara Siwa mengadakan yoga, saat itu kewajiban manusia di bumi memberi persembahan, kemudian diadakan pertarungan ayam dan dilaksanakan Nyepi sehari. Yang diberi kurban adalah Sang Dasa Kala Bumi, karena jika tidak, celakalah manusia di bumi ini.

Sejarah Permainan Tajen Di Bali

Sedangkan dalam lontar Yadnya Prakerti dijelaskan, pada waktu hari raya akan diadakan pertarungan suci. Misalnya pada bulan kesanga patutlah mengadakan pertarungan ayam tiga sehet dengan kelengkapan upakara. Bukti tabuh rah merupakan rangkaian dalam upacara Bhuta Yadnya di Bali, sejak zaman purba. Juga didasarkan dari Prasasti Batur Abang I tahun 933 Saka dan Prasati Batuan tahun 944 Saka.

Itulah sejarah permainan tajen di di bali. Permainan tajen atau sabung ayam telah dari dahulu ada. Dan merupakan sejarah yang di bawa dari zaman nenek moyang kita ke zaman modern saat ini. Bahkan untuk melestarikan sejarah ini, telah dibuat permainan sabung ayam yang anda bisa lihat di arena sabung ayam di daerah anda. Atau menonton pertarungan laga sabung ayam online di situs-situs taruhan online terpercaya. Dan Anda juga bisa bertaruh disana.

Baca Juga : Sabung Ayam Bukan Sekedar Permainan

2 Comments:

  1. Pingback: Makna Katuranggan Dalam Sabung Ayam - Agen Sabung Ayam Online

  2. Pingback: Sabung Ayam Di Filipina Bernilai Miliaran - BERITA SABUNG AYAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *